MAROS, Jumat 26 September 2025 –  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak dengan tema “Optimalisasi Teknologi Adaptif dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Ekonomi Lokal di Wilayah Rawan Bencana”. Kegiatan ini bertempat di Sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) Simbang Sejahtera, Desa Simbang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.

Sosialisasi ini mengundang ±25 anggota KWT Simbang Sejahtera dan ±25 anggota Kelompok Taruna Tani Tunas Sejahtera, serta pejabat pemerintahan desa setempat, termasuk Kepala Desa Simbang dan perangkat desa terkait. Selain itu, hadir pula tim pelaksana program dari BEM Fakultas Pertanian UIM beserta civitas akademik pendamping dari Prodi Kehutanan, Agribisnis, dan Agroteknologi.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang mencakup pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, sambutan resmi pembukaan, dan doa. Selanjutnya berlangsung sesi sosialisasi inti mengenai kondisi wilayah rawan bencana, peluang budidaya jamur tiram sebagai pangan lokal, inovasi teknologi adaptif yang akan diterapkan, serta tahapan pelaksanaan program.

Peserta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, serta harapan terkait dukungan teknologi dan pengembangan produk hasil budidaya jamur. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi.

Melalui sosialisasi ini, semua pihak yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam melanjutkan pelaksanaan program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui teknologi adaptif. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal di kawasan rawan bencana.

Fokus pada Wilayah Rawan Bencana

Ketua Tim Dosen Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari skema Kemenristek yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.

“Program Mahasiswa Berdampak dari Kemenristek ini memberikan kesempatan luar biasa bagi kami untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus untuk menyelesaikan masalah nyata masyarakat. Dusun Garantiga yang menjadi sasaran program memiliki potensi pertanian besar namun menghadapi tantangan serius akibat kerawanan bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Muh. Ichwan saat menyampaikan materi program.

Program ini memfokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat melalui optimalisasi teknologi adaptif dalam budidaya jamur tiram serta pengembangan produk turunannya sebagai solusi ketahanan pangan yang tidak tergantung pada kondisi cuaca ekstrem.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa

Kepala Desa Simbang, dalam hal ini diwakli oleh bapak Irwa, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiasi mahasiswa UIM ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung penuh pelaksanaan program.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa UIM yang telah terpilih dalam Program Mahasiswa Berdampak Kemenristek dan memilih desa kami sebagai lokasi implementasi program. Budidaya jamur tiram ini sangat potensial karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan bisa dilakukan sepanjang tahun tanpa tergantung musim,” tutur kepala desa

Pemerintah desa berkomitmen memberikan dukungan berupa fasilitas tempat, koordinasi dengan masyarakat, serta memastikan keberlanjutan program setelah masa pendampingan berakhir.

Komitmen Keberlanjutan

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, BEM Fakultas Pertanian UIM akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala serta menyediakan konsultasi teknis bahkan setelah program resmi berakhir.

“Kami tidak ingin program ini berhenti setelah 6 bulan. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga mereka benar-benar mandiri dalam budidaya jamur tiram,” tutup Muh.Icwan.

Program Mahasiswa Berdampak Kemenristek ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang menunjukkan peran strategis mahasiswa dalam pembangunan nasional. Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya belajar di kampus tetapi juga berkontribusi langsung dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.


Penulis: Tim Media BEM Berdampak
Editor: Tim Media BEM Berdampak
Foto: Dokumentasi Tim Program Mahasiswa Berdampak

Program Mahasiswa Berdampak merupakan program Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan solusi inovatif bagi permasalahan masyarakat dengan didukung oleh dosen pembina dari institusi pendidikan tinggi.

Leave a Comment