Solidaritas Fakultas Pertanian dan Sahabat Jamur UIM untuk Mahasiswa Terdampak Bencana di NTT

Makassar, 24 Agustus 2026 — Kebahagiaan Jumadil Ulla setelah menyelesaikan pendidikan dan diwisuda sebagai alumni Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) pada Agustus 2026 harus diwarnai keprihatinan. Keluarga besarnya di Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu keluarga yang terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.
Gempa tersebut menyebabkan rumah keluarga Jumadil mengalami kerusakan berat hingga hancur dan tidak lagi dapat ditempati. Demi keselamatan, keluarga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke wilayah pegunungan. Dengan kondisi yang serba terbatas, mereka membangun tenda sederhana untuk dijadikan tempat tinggal sementara.
Kondisi tersebut menggerakkan kepedulian keluarga besar Fakultas Pertanian dan Sahabat Jamur UIM. Melalui urunan dana dari para dosen dan anggota Sahabat Jamur UIM, bantuan kemudian diserahkan kepada Jumadil Ulla untuk membantu meringankan kebutuhan keluarganya selama berada di pengungsian.
Bantuan tersebut bukan hanya tentang nilai materi, tetapi menjadi wujud solidaritas, kepedulian, dan ikatan kekeluargaan antara almamater dan alumni. Bagi Fakultas Pertanian UIM, hubungan dengan mahasiswa tidak berakhir ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan menerima gelar, tetapi terus terjalin dalam semangat persaudaraan.
Jumadil sendiri merupakan bagian dari keluarga besar Fakultas Pertanian UIM dan aktif dalam kegiatan Sahabat Jamur UIM, khususnya dalam pengembangan budidaya jamur dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Di tengah musibah yang menimpa keluarganya, dukungan dari almamater diharapkan menjadi penguat bagi Jumadil untuk tetap tegar dan membantu keluarganya melewati masa sulit.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), Dr. Ir. Herman Nursaman, M.P., menyampaikan rasa prihatin sekaligus dukungan kepada Jumadil Ulla dan keluarganya yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
“Bantuan yang kami berikan bersama para dosen dan Sahabat Jamur UIM mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan mereka saat ini. Namun, yang ingin kami tunjukkan adalah bahwa Jumadil tidak sendiri. Ia tetap menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Pertanian UIM, dan ikatan kekeluargaan itu tidak berakhir setelah seseorang menyelesaikan pendidikan dan diwisuda.”
Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban keluarga Jumadil, serta menjadi awal dari semangat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan setelah bencana.
Fakultas Pertanian UIM — bersama dalam suka, hadir dalam duka.
