Alumni Kehutanan UIM Wakili Sahabat Jamur UIM Berbagi Ilmu Budidaya Jamur Tiram kepada Santri Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis Gunung Lerang – Kab. Bone

Lerang, 1 Agustus 2026 – Komitmen alumni Program Studi Kehutanan Universitas Islam Makassar (UIM) dalam mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis hasil hutan bukan kayu kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Jumadil, alumni Prodi Kehutanan UIM yang juga merupakan penggiat budidaya jamur dan mewakili Sahabat Jamur UIM, menjadi narasumber pada Pelatihan Teknik Budidaya Jamur Tiram yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis, Desa Lerang, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sabtu (1/8).
Kehadiran Jumadil tidak hanya membawa pengalaman teknis dalam budidaya jamur tiram, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para santri tentang bagaimana ilmu kehutanan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan. Melalui Sahabat Jamur UIM, berbagai inovasi budidaya jamur terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi secara komprehensif mulai dari pengenalan potensi usaha jamur tiram, pemilihan bahan baku, pembuatan media tanam (baglog), proses sterilisasi, inokulasi bibit, masa inkubasi, teknik pemeliharaan kumbung, hingga proses panen dan penanganan pascapanen. Selain aspek teknis, peserta juga dibekali wawasan mengenai strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, serta peluang menjadikan budidaya jamur sebagai unit usaha produktif di lingkungan pesantren.
“Budidaya jamur tidak hanya mengajarkan keterampilan produksi, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, pesantren memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Jumadil di hadapan peserta pelatihan.
Antusiasme para santri terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi mengenai teknik perawatan jamur, pencegahan kontaminasi, pengelolaan kumbung, hingga strategi pemasaran hasil panen. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, memungkinkan peserta memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif berdasarkan pengalaman lapangan yang dimiliki pemateri.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa alumni Prodi Kehutanan UIM terus mengambil peran dalam mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Melalui keterlibatan Sahabat Jamur UIM, diharapkan semakin banyak kelompok masyarakat, termasuk pesantren, yang mampu mengembangkan usaha budidaya jamur sebagai alternatif peningkatan ekonomi sekaligus pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta dan narasumber mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi dan komitmen untuk terus membangun kemandirian ekonomi berbasis agribisnis. Diharapkan pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya unit usaha budidaya jamur di Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi, alumni, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.

