Dari Medan ke Makassar, Alumni Agroteknologi Buktikan Unggul dalam Akademik dan Berpretasi dalam Bidang Keagamaan

Makassar – Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), kembali mencatatkan kisah inspiratif dari salah satu alumninya. Husnul Fadhilah Siregar, mahasantri penerima beasiswa Kementerian Agama Republik Indonesia yang berasal dari Kota Medan, berhasil menyelesaikan studi Sarjana (S1) dengan prestasi membanggakan. Husnul resmi mengikuti yudisium pada Selasa, 28 Juli 2026, dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.
Selama melakukan penelitian, Husnul berada di bawah bimbingan Ir. Andi Abdul Rahman Syafar, M.P. sebagai dosen pembimbing utama serta Dea Ekaputri Andraini, S.P., M.Si. sebagai dosen pendamping pembimbing. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar mampu mengantarkan mahasiswa meraih hasil akademik yang gemilang.
Husnul Fadhilah Siregar lahir di Binabo Jae, 3 Desember 2003. Ia merupakan putri pertama dari lima bersaudara, buah hati pasangan Mukhtaruddin Siregar dan Saprida Hasibuan. Sejak kecil, ia menempuh pendidikan di SDN 0118 Siborong-Borong, kemudian melanjutkan ke MTsS Al-Mukhlisin Sibuhuan, dan MAS Al-Mukhlisin Sibuhuan, sebelum akhirnya melanjutkan studi di Universitas Islam Makassar melalui program beasiswa Kementerian Agama.
Selain unggul secara akademik, Husnul juga aktif mengukir prestasi di bidang keagamaan. Pada awal masa studinya, ia dinobatkan sebagai Peserta Terbaik Fakultas Pertanian dalam kegiatan Penyambutan dan Pesantren Arba’in Mahasiswa Baru Universitas Islam Makassar Tahun Akademik 2022/2023. Prestasi tersebut kemudian berlanjut dengan keberhasilannya meraih Juara I Cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-16 Tingkat Kabupaten Padang Lawas Tahun 2026, serta dipercaya menjadi peserta Cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri pada MTQN ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Bagi Husnul, pengalaman belajar di Program Studi Agroteknologi memberikan perspektif yang jauh lebih luas daripada sekadar mempelajari pertanian.
“Jujur, awal masuk Agroteknologi mengira cuma bakal sibuk belajar tanah, pupuk, dan cara menanam. Namun ternyata sangat seru karena di sini kita diajak melihat sains dari sudut pandang yang berbeda. Saat belajar banyak hal seperti fotosintesis, struktur tanah, atau cara tanaman tumbuh, kita juga diajak untuk memahami kalau itu semua sebenarnya bentuk nyata dari ayat-ayat Al-Qur’an. Jadi ketika melalui proses berpanas-panasan saat praktikum di lahan atau lembur di lab, bukan cuma sekadar mencari nilai, tapi juga seperti lagi tadabbur alam. Kuliah di Universitas Islam Makassar benar-benar bikin otak dapat ilmunya, hati juga dapat ketenangannya.” (da)
Ia juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah membimbing selama masa perkuliahan.
“Terima kasih yang mendalam atas dedikasi, bimbingan, dan kesabaran Bapak dan Ibu Dosen. Terima kasih sudah meluangkan waktu membuka pikiran kami bahwa agama dan sains tidak pernah berseberangan, tetapi justru saling melengkapi. Semoga segala kebaikan dan ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.”
Capaian Husnul Fadhilah Siregar menjadi kebanggaan bagi Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar. Keberhasilannya menunjukkan bahwa pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, nilai-nilai keislaman, dan pembinaan karakter mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berprestasi, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Semoga kisah inspiratif Husnul Fadhilah Siregar menjadi motivasi bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar untuk terus berprestasi, memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya, serta mengabdikan ilmu yang dimiliki demi kemajuan pertanian dan pembangunan bangsa.
