Makassar, 28 Juni 2026 — Program Studi Kehutanan Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengembangan kapasitas akademik lintas perguruan tinggi dengan memfasilitasi kegiatan pelatihan budidaya jamur pangan bagi mahasiswa Kehutanan Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan pelatihan budidaya jamur pangan dengan nomor 003/9/SB/P.A.L/VI/2026 yang diajukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pandu Alam Lingkungan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Program ini menjadi wadah kolaborasi pembelajaran berbasis praktik antara mahasiswa dan institusi kehutanan di Sulawesi Selatan.

Pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Kewirausahaan Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar, yang difungsikan sebagai pusat pembelajaran praktis, inovasi, serta pengembangan kewirausahaan berbasis hasil hutan bukan kayu utamanya jamur pangan.

Kegiatan berlangsung selama 28 Juni hingga 5 Juli 2026 dengan fokus pada penguasaan teknis budidaya jamur pangan. Materi pelatihan mencakup persiapan media tanam, proses sterilisasi, inokulasi bibit, pengelolaan pertumbuhan, hingga teknik panen dan pascapanen yang sesuai standar produksi.

Dua narasumber utama dihadirkan sebagai trainer, yaitu Muh Ichwan Kadir, S.Hut., M.Hut, dosen Prodi Kehutanan UIM, dan Jumadil Ulla, S.Hut, alumni Kehutanan UIM yang memiliki pengalaman dalam pengembangan usaha budidaya jamur. Keduanya memberikan materi berbasis praktik lapangan dan pendekatan kewirausahaan.

Kegiatan ini turut didukung oleh fasilitator lapangan, yakni Umair Mahmud (Mahasiswa Kehutanan UIM) dan Fikri (Mahasiswa Agroteknologi UIM) yang berperan dalam pendampingan teknis peserta selama proses pelatihan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, Laboratorium HHBK UIM menjadi pusat aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung. Peserta dari UNHAS terlibat aktif dalam seluruh tahapan budidaya, sehingga kegiatan berjalan interaktif dan aplikatif.

Program Studi Kehutanan UIM menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademik dalam memperkuat jejaring antar perguruan tinggi, sekaligus mendorong pengembangan keterampilan mahasiswa di bidang hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekonomi tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda kehutanan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi dan usaha mandiri berbasis sumber daya hutan berkelanjutan.