Alumni Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UIM Beraksi, dari Kampus ke Pesantren: Sukses Laksanakan EKSENSI (Ekspedisi Santri Nusantara dalam Pengabdian) 2026 di Kabupaten Bone

Makassar, 7 Agustus 2026 – Dua alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menorehkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian berskala nasional. Muhammad Fajar Rizqullah, mahasantri asal Aceh, dan Muhammad Ilman, mahasantri asal Jayapura, berpartisipasi sebagai relawan dalam kegiatan EKSENSI (Ekspedisi Santri Nusantara dalam Pengabdian) 2026 yang dilaksanakan pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis Gunung Lerang, Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Pondok pesantren tersebut dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis kemandirian ekonomi, sehingga menjadi lokasi yang relevan bagi penerapan kompetensi keilmuan agribisnis para relawan.
EKSENSI 2026 merupakan program pengabdian masyarakat yang digagas oleh CSSMoRA Nasional (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) melalui Departemen Pengembangan Masyarakat dan Pengabdian Pesantren (P3M). Mengusung tema “Santri Mengabdi, Pesantren Mandiri” dengan slogan “Dedikasi untuk Negeri”, program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai regional di Indonesia pada akhir Juli 2026, di antaranya Regional 1 Bandung, Regional 2 di Pondok Pesantren Al-Fatih Wonosobo, Regional 3 di Pondok Pesantren Tanwirul Qulub Malang, dan Regional 4 Bone yang berlokasi di Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis Latemmasonge, Sulawesi Selatan.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan penuh terhadap para relawan, penyelenggara turut menyediakan sejumlah fasilitas, meliputi subsidi transportasi, akomodasi dan konsumsi selama masa pengabdian, serta sertifikat nasional bagi seluruh mahasantri PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) yang terlibat.
Dua Pilar Utama Program
Seluruh rangkaian kegiatan EKSENSI 2026 dirancang mengacu pada dua pilar utama yang saling melengkapi. Pilar pertama adalah Bidang Pengembangan Pesantren, yang berfokus mewujudkan slogan “Pesantren Mandiri” melalui penguatan tata kelola institusi. Program kerja pada pilar ini mencakup pemberdayaan ekonomi pesantren melalui pendampingan perancangan bisnis internal, seperti optimalisasi sektor agrobisnis di pesantren mitra; digitalisasi administrasi berupa pembinaan pengurus pondok untuk modernisasi manajemen dokumen dan sistem informasi; serta sosialisasi kurikulum dan beasiswa, termasuk berbagi informasi peluang beasiswa pendidikan tinggi seperti PBSB kepada pengelola pondok.
Pilar kedua, Bidang Pengembangan Santri, diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan soft skill para santri di lokasi pengabdian. Program ini terdiri atas pelatihan kepemimpinan dan organisasi melalui kelas interaktif seputar manajemen tim, public speaking, dan dasar-dasar kepemimpinan; literasi digital dan teknologi berupa edukasi pemanfaatan gawai dan internet sehat untuk mendukung proses belajar mengajar; serta program tutor sebaya atau mentoring akademik yang memberikan pendampingan belajar sains, bahasa asing, maupun keterampilan khusus berdasarkan latar belakang jurusan kuliah para relawan mahasantri.
Materi BMC oleh Alumni Agribisnis UIM
Salah satu materi unggulan yang dihadirkan dalam rangkaian EKSENSI 2026 di Regional 4 Bone adalah pembahasan mengenai Business Model Canvas (BMC). Melihat potensi ekonomi Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis Gunung Lerang yang dinilai sangat menjanjikan, panitia turut menggandeng Aswangga, SP., yang juga merupakan alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar, sebagai pemateri.
Kehadiran materi BMC ini diharapkan dapat membantu pengelola pondok pesantren dalam merumuskan strategi pengembangan usaha secara lebih terstruktur, sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi yang menjadi ciri khas lembaga tersebut.
Kegiatan inti EKSENSI 2026 secara umum berfokus pada kolaborasi langsung antara para relawan mahasantri PBSB dengan masyarakat dan mitra pondok pesantren di masing-masing regional.
Keterlibatan Muhammad Fajar Rizqullah, Muhammad Ilman, dan Aswangga, SP. dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UIM mampu berkontribusi aktif di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat citra program studi sebagai penghasil lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peduli terhadap pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.


