Maros, 30 Juli 2026 – Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menunjukkan eksistensinya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Hal tersebut dibuktikan dengan kepercayaan yang diberikan oleh Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM) kepada dosen Prodi Kehutanan UIM, Muh. Ichwan K., S.Hut., M.Hut., untuk menjadi narasumber pada Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Pattanyamang yang merupakan bagian dari Program SETAPAK 4: Tata Kelola Wilayah Terpadu Berbasis Perhutanan Sosial di Sulawesi Selatan yang Partisipatif dan Inklusif.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Pattanyamang, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Usaha Jamur Tiram Pattanyamang dalam menguasai teknik budidaya jamur tiram secara efektif, mulai dari persiapan media tanam, proses pemeliharaan, hingga strategi pengembangan usaha yang berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian UIM semakin diakui sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya pada sektor pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang berkelanjutan. Melalui pendekatan akademik yang dipadukan dengan praktik lapangan, Prodi Kehutanan UIM terus menghadirkan inovasi dan solusi bagi pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelaksanaan kegiatan tidak hanya melibatkan dosen sebagai narasumber, tetapi juga mendapat dukungan aktif dari mahasiswa Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian UIM. Jumadil, Nurul Aulia, dan Rahmat turut berperan sebagai fasilitator yang mendampingi peserta selama proses pelatihan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam proses transfer teknologi, pendampingan kelompok usaha, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Muh. Ichwan K. menjelaskan bahwa budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan karena dapat dikembangkan dengan teknologi sederhana, memanfaatkan limbah pertanian sebagai media tanam, serta memiliki permintaan pasar yang terus meningkat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kelompok usaha harus diikuti dengan penguatan manajemen usaha dan jiwa kewirausahaan agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara TLKM dan Program Studi Kehutanan UIM diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan kelompok usaha yang produktif, mandiri, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Prodi Kehutanan UIM dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui sinergi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang terus dikembangkan, Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian UIM berkomitmen untuk terus menjadi pusat pengembangan inovasi di bidang kehutanan dan hasil hutan bukan kayu, sekaligus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan serta kepedulian terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.