Makassar, 20 Juli 2026 – Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor kehutanan. Dosen Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian UIM, Muh. Ichwan Kadir, S.Hut., M.Hut., kembali memperoleh kepercayaan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah VI – Kementerian Kehutanan sebagai pengajar pada Pelatihan Usaha Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Penugasan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan atas kompetensi, pengalaman, serta dedikasi yang dimiliki dalam bidang budidaya jamur dan pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu (HHBK). Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pembelajaran yang komprehensif, mulai dari teknik budidaya jamur tiram yang baik, pengelolaan media tanam (baglog), pengendalian hama dan penyakit, teknik panen, hingga pengolahan produk dan strategi pengembangan usaha berbasis jamur.

Selain memberikan materi teknis, pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan peserta sehingga mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan, memiliki daya saing, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan upaya Kementerian Kehutanan dalam mendorong pemanfaatan hasil hutan bukan kayu sebagai salah satu sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Bagi Fakultas Pertanian UIM, kepercayaan ini menjadi bukti bahwa kompetensi dosen tidak hanya diakui di lingkungan akademik, tetapi juga dipercaya oleh pemerintah untuk berkontribusi dalam berbagai program strategis nasional. Keterlibatan dosen dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan masyarakat merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan hilirisasi keilmuan.

Melalui keterlibatan aktif dalam program-program nasional seperti ini, Fakultas Pertanian UIM berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi serta mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis potensi kehutanan yang berkelanjutan.