Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UIM turunkan mahasiswa dan dosen langsung ke lahan Kelompok Tani Ana’ Aong, Pa’bundukang, Takalar untuk memperkuat sinergi antara ilmu agribisnis dan praktik pertanian nyata di lapangan.

Pengabdian Masyarakat & Praktik Lapang, Takalar, 16 Mei 2026

TAKALAR — Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) melalui Program Studi Agribisnis melaksanakan kegiatan Praktik Lapang Terpadu berbasis Pengabdian kepada Masyarakat di lahan Kelompok Tani “Ana’ Aong”, Kelurahan Pa’bundukang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini berfokus pada dua tema utama, yakni pengembangan agribisnis hortikultura dan pengendalian hama terpadu — dua aspek penting yang saling berkaitan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi usaha tani masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri dan dibimbing langsung oleh tim dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UIM yang terdiri dari tiga tenaga pengajar berpengalaman di bidangnya.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Prodi Agribisnis tidak hanya mengamati kondisi usaha tani di lapangan, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi bersama petani mengenai tantangan pengembangan agribisnis hortikultura di tingkat petani kecil — mulai dari aspek produksi, penanganan hama, hingga rantai pasok dan pemasaran hasil panen. Pendekatan terpadu ini dirancang agar mahasiswa mampu memahami dinamika agribisnis secara holistik, tidak hanya dari perspektif teori tetapi juga dari realitas yang dihadapi petani di lapangan.

Tema pengendalian hama terpadu yang diusung selaras dengan kebutuhan riil masyarakat tani Pa’bundukang yang menghadapi tantangan serangan hama dalam pengelolaan tanaman hortikultura. Melalui pendampingan langsung dari dosen, petani mendapatkan pemahaman baru tentang strategi pengendalian hama yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.

Kegiatan praktik lapang terpadu ini menegaskan komitmen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UIM dalam mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat tani. Sinergi antara mahasiswa, dosen, dan petani yang terjalin di lapangan diharapkan menjadi pondasi kuat bagi terbentuknya kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, serta mendorong lahirnya inovasi agribisnis yang adaptif dan berdaya saing di Sulawesi Selatan.