Makassar,13 November – UPT. Pembibitan Tanaman Wilayah Makassar, Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura yang menghadirkan berbagai materi praktis seputar budidaya jamur, sayuran, dan tanaman obga (toga). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si, serta jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UIM.

Sambutan dan Pembukaan

Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Herman Nursaman., MP, dalam sambutannya menyambut baik penyelenggaraan pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi masyarakat dalam bidang pertanian hortikultura, khususnya budidaya jamur tiram yang ramah lingkungan.

Wakil Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Syamsul Rahman., S.PT., M.Si, menekankan pentingnya pelatihan praktis seperti ini untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan urban farming di perkotaan.

Rangkaian Kegiatan Hari Pertama

Pelatihan dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 08.30, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan panitia, sambutan-sambutan, dan pembacaan doa. Setelah coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama tentang Pangan Fungsional yang membahas nilai gizi dan manfaat pangan fungsional bagi kesehatan masyarakat.

Materi berikutnya mengupas tentang Budidaya Sayuran Organik Ramah Lingkungan, di mana peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik budidaya sayuran organik yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan. Setelah istirahat ISHOMA, pelatihan dilanjutkan dengan materi Mikobiologi Jamur Pangan yang menjelaskan aspek mikrobiologi dalam budidaya jamur pangan, termasuk karakteristik dan perkembangan jamur.

Sesi siang menjelang sore diisi dengan materi menarik tentang Budidaya Jamur Tiram sebagai Solusi Urban Farming Ramah Lingkungan di Perkotaan. Materi ini mengupas tuntas potensi jamur tiram sebagai alternatif urban farming yang dapat diterapkan di kawasan perkotaan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Peserta kemudian diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam budidaya jamur tiram. Kegiatan hari pertama ditutup dengan kunjungan langsung ke lokasi budidaya jamur tiram yang dipandu oleh fasilitator, memberikan gambaran nyata tentang praktik budidaya yang telah dipelajari.

Praktik Langsung Hari Kedua

Hari kedua difokuskan pada praktik langsung dengan instruktur berpengalaman. Peserta dibimbing melalui empat sesi praktik:

  1. Praktik 1: Proses Inokulasi (09.00 – 11.30)
    Peserta belajar teknik inokulasi bibit jamur ke media tanam.
  2. Praktik 2: Penyiapan Bahan Baku Pembuatan Baglog (11.30 – 12.00)
    Pengenalan dan persiapan bahan-bahan untuk membuat baglog jamur tiram.
  3. Praktik 3 & 4: Pembuatan Media Baglog (13.00 – 15.30 dan 16.00 – 17.00)
    Peserta praktik langsung membuat media baglog dari awal hingga siap digunakan.

Penutup

Pelatihan ditutup pada pukul 17.30 dengan harapan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk mengembangkan usaha budidaya hortikultura, khususnya jamur tiram, sebagai salah satu solusi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan kegiatan Fakultas Pertanian UIM, dapat menghubungi UPT. Pembibitan Tanaman Wilayah Makassar.