Jalin Kerja Sama Pengembangan Budidaya Jamur Berbasis Limbah Sagu, Dinas Kehutanan Papua Barat Kunjungi Fakultas Pertanian UIM

Makassar, 14 November 2025 – Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan inisiasi kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar, Rabu (12/11/2025). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Rencana Pengembangan Budidaya Jamur Berbasis Limbah Sagu di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat melalui Program FOLU NET Singk 2030 RBC Tahap 2 dan 3 Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat.
Sambutan Hangat Pimpinan Universitas
Rombongan dari Dinas Kehutanan Papua Barat disambut langsung oleh jajaran pimpinan Universitas Islam Makassar. Wakil Rektor I, Dr. Ir. Ahmad Hanafi, ST., MT., dan Wakil Rektor II, Badruddin Kaddas, S.Ag., M.Ag., Ph.D., menyambut baik inisiatif kerja sama ini sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dari pihak Fakultas Pertanian, pertemuan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Herman Nursaman., MP, didampingi Wakil Dekan Dr. Syamsul Rahman., S.Pt., M.Si., Ketua Program Studi Kehutanan Asjulia., S.Hut., MP, serta dosen Prodi Kehutanan Muh Ichwan Kadir., S.Hut., M.Hut. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian dalam mengembangkan kolaborasi strategis dengan instansi pemerintah daerah.
Program Pengembangan Budidaya Jamur Limbah Sagu
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Teluk Wondama Provinsi Papua Barat, Ely. S. Leihitu, SP., M.Hut., memaparkan latar belakang kunjungan ini. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi dan konsultasi dalam rangka pengembangan budidaya jamur dan inovasi produk berbasis limbah sagu yang akan dikembangkan di Provinsi Papua Barat.
Program ini merupakan bagian dari upaya Dinas Kehutanan Papua Barat untuk mendiskusikan pelatihan serta pendampingan teknis budidaya jamur bagi masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama. Pemanfaatan limbah sagu sebagai media budidaya jamur dinilai sangat potensial mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah di wilayah Papua Barat, sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah
Kerja sama ini diharapkan dapat memfasilitasi kunjungan di setiap tahapan kolaborasi serta mendukung pengembangan budidaya jamur dan inovasi produk berbasis limbah sagu di Papua Barat. Universitas Islam Makassar, khususnya Fakultas Pertanian dengan Program Studi Kehutanan, memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang budidaya jamur yang dapat ditransfer kepada masyarakat Papua Barat.
Dekan Fakultas Pertanian menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan teknis, mulai dari persiapan media tanam, proses inokulasi, hingga pembuatan baglog jamur. Selain itu, kerja sama ini juga akan mencakup pengembangan inovasi produk turunan dari hasil budidaya jamur yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
Rencana Tindak Lanjut
Pertemuan koordinasi dan konsultasi ini menghasilkan kesepakatan untuk segera melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan di Kabupaten Teluk Wondama. Rencana kegiatan akan dilaksanakan pada 14-16 November 2025, dengan melibatkan satu orang akademisi dari Fakultas Pertanian UIM yang akan memfasilitasi kunjungan dan memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat setempat.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Penutup
Inisiatif kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Islam Makassar dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan keahlian akademisi dan potensi sumber daya alam lokal, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua Barat melalui pengembangan budidaya jamur berbasis limbah sagu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kerja sama dan program pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian UIM, dapat menghubungi Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar.







