Hanya sebulan setelah dinyatakan lulus dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) Al Gazali, Nurul Jam’iyah Usman—akrab disapa Jami—menorehkan prestasi membanggakan. Ia berhasil lolos sebagai penerima beasiswa LPDP-BIB (Beasiswa Indonesia Bangkit) dan diberi kebebasan untuk memilih tiga perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia: Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Jenderal Soedirman.

Dosen pembimbing skripsinya, Dea Ekaputri Andraini, S.P., M.Si, mengungkapkan rasa bangga yang juga dirasakan seluruh civitas akademika UIM Al Gazali.

“Civitas akademika melalui grup WhatsApp kampus maupun fakultas menyampaikan apresiasi terhadap prestasi gemilang alumni Fakultas Pertanian yang kembali membawa harum nama UIM Al Gazali di kancah nasional. Sewaktu Jami masih dalam bimbingan kami sebagai penerima beasiswa mahasantri dari Kemenag, ia aktif di berbagai kegiatan dalam dan luar kampus. Anak tunggal yang merantau jauh dari orang tua ini dikenal santun, ibadahnya terjaga, memuliakan orang tua dan guru/dosen, aktif dalam perkuliahan, pantang menyerah, serta memiliki banyak teman. Semua itu yang menjadi bekal setelah lulus kuliah,” ujarnya.

Jami mengungkapkan bahwa modal utama keberhasilannya berasal dari pembelajaran, bimbingan, dan pengalaman selama kuliah di UIM Al Gazali.

“Selama kuliah saya diajarkan oleh dosen cara berbicara yang baik dan benar, serta keyakinan bahwa doa akan membawa kita ke jalan yang kita mau. Saat pembuatan skripsi, saya dibimbing ketat sesuai prosedur karya tulis ilmiah. Meski awalnya stres dan lelah, ternyata itu bekal penting untuk menulis esai pendaftaran LPDP-BIB,” jelasnya.

Seleksi LPDP-BIB yang dijalani Jami meliputi tes administrasi, skolastik, dan wawancara. Ia menuturkan bahwa prosesnya tidak mudah, mulai dari mempersiapkan TOEFL, esai, study plan, hingga personal branding lewat penulisan motivasi diri.

“Saya sempat takut karena tahu bahwa pendaftar LPDP adalah orang-orang hebat dengan pengalaman luar biasa. Tapi saya yakin Allah SWT selalu ada di samping kita selama kita berusaha dan berdoa,” katanya.

Perjalanan Jami menuju kelulusan LPDP-BIB penuh tantangan. Saat proses seleksi, ia harus membagi fokus antara tes skolastik, wawancara, pengabdian pesantren tingkat nasional, menghadapi kecelakaan, hingga mendampingi ayah yang menjalani operasi.

“Banyak yang bilang saya tidak bisa karena belum siap, tapi dengan modal nekat dan doa, saya membuktikan bisa. Kuncinya doa dan ketekunan,” tegasnya.

Jami juga membagikan tips sukses seleksi LPDP-BIB:

1. Doa dan usaha maksimal

2. Teliti mengunggah berkas sesuai persyaratan

3. Latihan tes skolastik melalui YouTube dan buku TPA

4. Latihan speaking Bahasa Inggris untuk wawancara

5. Tampilkan keunggulan diri di esai dan motivasi diri

Prestasi Jami menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UIM Al Gazali bahwa bekal akademik, keterampilan, dan karakter yang dibentuk selama kuliah dapat mengantarkan ke peluang besar di tingkat nasional. (DA)

Leave a Comment