Biraeng, 19 Juli 2025 — Sepuluh ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) “Bunga Rumbiah” di Kelurahan Biraeng tampak antusias mengikuti pelatihan pengelolaan bisnis online yang digelar oleh peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2025. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemasaran digital produk-produk lokal Biraeng, yang selama ini masih dipasarkan secara konvensional.

Pelatihan yang berlangsung Sabtu sore di rumah Ketua KWT ini menghadirkan Kisma Adriana, mahasiswi Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar (UIM), yang juga merupakan delegasi KKN Kebangsaan 2025. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Biraeng, Kisma membimbing para peserta dalam membangun akun bisnis di Instagram dan Facebook, memotret produk menggunakan ponsel, serta membuat caption dan hashtag yang menarik guna meningkatkan daya jangkau di media sosial.

“Dengan Instagram, produk saya bisa dilihat pembeli dari kota besar!” ungkap Ibu Ria (50), pengrajin tenun, saat mencoba membuat unggahan pertamanya di media sosial.

Peserta tampak antusias mengikuti Kegiatan  Sosialisasi  yang dipaparkan oleh mahasiswa KKN Kebangsaan 2025

Produk-produk lokal seperti Saraung, Doi’Doi, Se’Ro-Se’Ro, Baea, dan berbagai kerajinan tangan lainnya kini didorong untuk tampil secara digital agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas. Menurut Kisma, digitalisasi pemasaran merupakan solusi efektif yang tidak memerlukan modal besar namun berdampak signifikan dalam menjangkau konsumen baru.

Peluang dan Tantangan

Kegiatan ini membuka peluang besar bagi UMKM Biraeng:

  • Pasar lebih luas: Produk lokal bisa menjangkau pembeli lintas wilayah.
  • Biaya lebih hemat: Promosi digital lebih efisien daripada cara konvensional.
  • Peningkatan citra produk: Konten kreatif mampu membangun branding yang kuat.

Namun, beberapa tantangan juga muncul selama pelatihan:

  • Literasi digital yang masih terbatas: Sebagian peserta baru pertama kali menggunakan platform digital.
  • Keterbatasan jaringan internet: Sinyal yang tidak stabil menjadi kendala di wilayah pedesaan.
  • Konsistensi konten: Diperlukan pendampingan berkelanjutan agar promosi tetap aktif dan optimal.
Dokumentasi setelah kegiatan

Kepala Desa Biraeng memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan pemasaran digital, produk-produk Biraeng bisa lebih maju dan bersaing,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi digital di tengah masyarakat desa. Langkah kecil dari mahasiswi Agribisnis Fakultas Pertanian UIM ini menjadi inspirasi besar bagi pengembangan UMKM lokal yang berbasis teknologi. (DA/KA)

Leave a Comment